Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Terjaga Kuat dan Berkesinambungan

Senin, 22 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaoutsourcing.id | Jakarta– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga kuat dan berkesinambungan. Hal tersebut disampaikan Menkeu saat konferensi pers APBN KiTA yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (18/12).

Menkeu menjelaskan surplus perdagangan Indonesia tetap berlanjut, meskipun laju ekspor dan impor mulai melambat seiring meredanya efek front loading. Secara kumulatif, surplus Januari hingga November 2025 meningkat signifikan sebesar USD38,7 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD29,2 miliar.

“Neraca perdagangan kumulatif itu naiknya sebesar 32,3 persen. Net impact dari perkembangan global ke kita malah membaik. Jadi global mendukung atau terus menopang recovery di ekonomi kita atau pertumbuhan ekonomi kita yang akan semakin cepat,” ujar Menkeu.

Kinerja ekspor kumulatif Januari hingga November 2025 tetap solid dengan pertumbuhan 5,7 persen year-on-year (yoy), terutama ditopang komoditas bernilai tambah dan industri manufaktur seperti logam dasar, CPO, kimia dasar, dan semikonduktor. Sementara itu, impor juga tumbuh sehat didorong kebutuhan barang modal berupa peralatan komunikasi dan komputer.

Baca Juga :  Kemenperin Optimis Industri Manufaktur Tumbuh 5,51 Persen di 2026

“Ini mengindikasikan aktivitas investasi dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga,” kata Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan bahwa tingkat inflasi hingga November 2025 sebesar 2,72 persen masih terjaga dalam kisaran yang ditetapkan, yaitu 2,5 persen ± 1 persen. Inflasi inti bergerak stabil, menguat, mencerminkan tingkat permintaan yang masih tumbuh. Adapun inflasi administered price masih bergerak rendah, didukung kebijakan energi nasional yang akomodatif. Pemerintah terus mewaspadai inflasi volatile food, terutama terkait musim hujan dan risiko bencana, melalui penguatan peran Bulog serta sinergi kebijakan pusat dan daerah.

Sementara itu, indikator konsumsi dan mobilitas masyarakat menunjukkan tren positif mencerminkan daya beli yang terjaga dan optimisme masyarakat. Penjualan ritel dan kendaraan bermotor tetap tumbuh, penjualan BBM konsisten ekspansif, serta konsumsi listrik relatif stabil dengan peningkatan pada sektor bisnis.

“Masyarakat sudah agak pulih daya belinya dan sudah belanja lebih tinggi dari yang sebelumnya. Jadi ekonomi kita sekitarnya kelihatannya sudah mulai ekspansi mungkin ke arah yang lebih cepat lagi ke depannya,” ungkap Menkeu.

Baca Juga :  HUT Ke-45 Satpam, Ratusan Satpam Ikuti Gerak Jalan di Polda Metro Jaya

Di sisi lain, Menkeu menjelaskan aktivitas sektor riil global juga menunjukkan ketahanan, tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur global yang hingga November masih berada di zona ekspansi. Sejumlah negara emerging market, termasuk Indonesia, bahkan mencatatkan kinerja manufaktur yang solid. PMI manufaktur Indonesia pada November 2025 berada pada level 53,3, didukung peningkatan permintaan domestik menjelang momen Nataru, Imlek, serta Ramadan dan Idulfitri pada kuartal I 2026.

“PMI itu naik ke level yang tinggi, tertinggi sepanjang tahun ini mungkin. Artinya produsen juga melihat permintaan naik sehingga mereka meningkatkan rencana produksinya. Itu utamanya,” kata Menkeu.

Kinerja positif berbagai sektor, percepatan belanja negara, serta optimalisasi penerimaan akan terus didorong untuk menjaga ruang fiskal yang sehat dan responsif. APBN akan dikelola sebagai instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan, memastikan program-program prioritas berjalan efektif, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat di tengah dinamika kondisi ekonomi.

Sumber Berita: kemenkeu.go.id

Berita Terkait

Revisi Permenaker Outsourcing, Said Iqbal: Tinggal Disetujui
Revisi Permenaker Outsourcing Tunggu Persetujuan Presiden
Pengurus Asosiasi Chief Security Hotel DIY–Jateng Sukses Dikukuhkan di Solo
Revisi Tentang Tenaga Outsourcing Awal Juli akan Diterbitkan
Pemerintah Buka Peluang Revisi Aturan Outsourcing
Kesejahteraan Buruh dan Ancaman Badai PHK Pekerja
Said Iqbal: Regulasi Alih Daya harus Sesuai dengan Harapan Buruh
Said Iqbal Sebut Outsourcing Hanya Boleh di Empat Pekerjaan, Apa Itu?

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:01

Revisi Permenaker Outsourcing, Said Iqbal: Tinggal Disetujui

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:52

Revisi Permenaker Outsourcing Tunggu Persetujuan Presiden

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:08

Pengurus Asosiasi Chief Security Hotel DIY–Jateng Sukses Dikukuhkan di Solo

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:35

Revisi Tentang Tenaga Outsourcing Awal Juli akan Diterbitkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:24

Pemerintah Buka Peluang Revisi Aturan Outsourcing

Berita Terbaru