Pelatihan Manajemen Keuangan untuk Tingkatkan Jiwa Wirausaha Siswa

Minggu, 28 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Media Outsourcing | Jakarta – Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), tim dosen bersama mahasiswa menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Penerapan Manajemen Keuangan Sederhana dalam Produksi Keripik Pisang Lumer sebagai Upaya Penguatan Jiwa Wirausaha di SMKS YAPRI Jakarta.” Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SMKS YAPRI Jakarta ini diikuti oleh siswa-siswi kelas XII dengan penuh antusias sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri setelah lulus.

Tema yang diangkat dalam PKM ini adalah “Pengembangan Jiwa Wirausaha Siswa SMK Melalui Workshop Produksi Kreatif  dan pengelolaan Usaha Sederhana”. Judul ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun siswa itu sendiri.

Kegiatan ini secara spesifik dilaksanakan di lingkungan sekolah, khususnya SMKS Yapri Jakarta, untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi. Dalam dunia pendidikan, siswa perlu diberi kemampuan mengembangkan usaha agar tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi kehidupan setelah sekolah. 

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun budaya kewirausahaan sejak bangku sekolah. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, lulusan SMK dituntut tidak hanya siap menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki calon wirausahawan adalah kemampuan mengelola keuangan usaha secara sederhana, mulai dari mencatat modal, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga menghitung laba usaha.

pkm unpam

Tim pelaksana kegiatan PKM ini diketuai oleh Kartika dengan anggota pelaksana kelompok 2 terdiri dari Noor Fitri, Revalina Septiani dan Yesi Yonita Munthe. Didampingi oleh Dosen ibu Dr.Dra. Suharni Rahayu,. M.M., bapak Muhammad Gandung, S.E., M.M. juga sempat menjelaskan berbagai program PKM yang telah sukses dilakukan oleh mahasiswa UNPAM sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya dukungan penuh dari akademisi dalam pelaksanaan program lapangan.

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar manajemen keuangan sederhana yang meliputi pencatatan modal, pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, hingga perhitungan laba usaha. Materi disampaikan secara interaktif dengan menggunakan contoh-contoh sederhana sehingga mudah dipahami oleh para siswa. Setelah mengikuti sesi penyampaian materi, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan Keripik Pisang Lumer. Produk tersebut dipilih karena memiliki bahan baku yang mudah diperoleh, proses produksi yang sederhana, serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sebagai peluang usaha rumahan. 

Baca Juga :  Pentingnya Kecerdasan Dasar dan Public Speaking untuk Bekal Memasuki Dunia Kerja

Setelah mengikuti sesi penyampaian materi, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan Keripik Pisang Lumer. Produk tersebut dipilih karena memiliki bahan baku yang mudah diperoleh, proses produksi yang sederhana, serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sebagai peluang usaha rumahan. Dalam praktik ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sehingga setiap peserta dapat terlibat aktif pada setiap tahapan produksi.

Proses produksi dimulai dari pemilihan pisang berkualitas, pengupasan dan pengirisan, proses penggorengan hingga menghasilkan keripik yang renyah, kemudian dilanjutkan dengan pemberian varian topping seperti cokelat, keju, maupun rasa lainnya sesuai kreativitas masing-masing kelompok. Tahap akhir berupa pengemasan produk dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kerapian, dan daya tarik kemasan agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Selain mempraktikkan proses produksi, siswa juga diberikan kesempatan untuk menerapkan materi manajemen keuangan melalui simulasi perhitungan biaya usaha. Setiap kelompok diminta mencatat seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi, mulai dari pembelian bahan baku, minyak goreng, gula, topping, kemasan, hingga biaya operasional lainnya. Berdasarkan data tersebut, peserta kemudian menghitung harga pokok produksi (HPP), menentukan harga jual yang sesuai, serta memperkirakan keuntungan yang dapat diperoleh apabila produk dipasarkan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan terlihat interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta saling bekerja sama dalam menyelesaikan setiap tahapan praktik. Kreativitas peserta juga terlihat dari inovasi yang mereka lakukan dalam menentukan nama produk, memilih desain kemasan, hingga menyusun strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan melalui media sosial maupun lingkungan sekitar sekolah.

Baca Juga :  Menakar Sektor Industri Paling Menjanjikan di Indonesia pada Paruh Kedua Tahun 2026

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Kartika, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan bekal yang bermanfaat bagi para siswa dalam menghadapi tantangan setelah lulus sekolah.

“Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa membangun usaha tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Yang terpenting adalah memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik, memahami proses produksi, serta memiliki keberanian untuk memulai. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menciptakan peluang usaha di masa depan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, pihak SMKS YAPRI Jakarta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Program yang menggabungkan teori dan praktik dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa SMK, khususnya dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi kewirausahaan dan mampu bersaing di era ekonomi kreatif.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam memproduksi makanan ringan, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan keuangan sebagai fondasi utama dalam menjalankan sebuah usaha. Pengalaman belajar secara langsung memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi ketika membangun usaha secara mandiri.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan kerja sama serupa dapat terus dilaksanakan melalui berbagai program pemberdayaan yang mendukung peningkatan kompetensi siswa, sehingga lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki semangat kewirausahaan yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

Penulis:

Revalina Septiani, Noor Fitri, Yesi Bonita Munthe (Mahasiswa Universitas Pamulang)

 

Berita Terkait

Gemilang Jajaki Peluang Pasar Outsourcing ke ASEAN di Event Trade Expo Indonesia
Menembus Pasar Kerja 2026: Deretan Keahlian Utama yang Paling Diburu Industri Nasional
Menguak Kemampuan Paling Dicari Perusahaan Indonesia untuk Menembus Pasar Kerja Tahun 2026
Menembus Batas Automasi: Keterampilan Manusiawi yang Paling Dicari di Pasar Kerja 2026
Strategi Merek Lokal Indonesia Menembus Etalase Global dan Memikat Konsumen Dunia
Siasat Industri Lokal dan Perubahan Gaya Hidup di Tengah Dinamika Ekonomi Indonesia
Memetakan Sektor Pekerjaan Paling Diburu Tahun Ini demi Karir Masa Depan yang Cerah
Peta Kerja Baru: Sektor Industri Masa Depan yang Diprediksi Membuka Jutaan Lapangan Kerja

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:24

Gemilang Jajaki Peluang Pasar Outsourcing ke ASEAN di Event Trade Expo Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:38

Menembus Pasar Kerja 2026: Deretan Keahlian Utama yang Paling Diburu Industri Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33

Menguak Kemampuan Paling Dicari Perusahaan Indonesia untuk Menembus Pasar Kerja Tahun 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:43

Menembus Batas Automasi: Keterampilan Manusiawi yang Paling Dicari di Pasar Kerja 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:33

Strategi Merek Lokal Indonesia Menembus Etalase Global dan Memikat Konsumen Dunia

Berita Terbaru