Mediaoutsourcing.ID | Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat Indonesia untuk terlibat dalam ekonomi digital melalui media sosial dan program afiliasi. Platform seperti TikTok, Facebook Pro, dan Shopee Affiliate tidak hanya digunakan sebagaimedia komunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk mengembangkan usaha, memperoleh penghasilan, dan memberdayakan ekonomi mikro hingga menengah.
TikTok merupakan salah satu media sosial dengan jumlah pengguna yang sangat besar di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok berhasil mengubah persepsipublik tentang media sosial sebagai hanya sarana hiburan. Menurut data perusahaan, terdapatlebih dari 6 juta penjual dan sekitar 7 juta affiliate creator aktif di TikTok Indonesia yang memanfaatkan platform ini untuk kegiatan penjualan dan promosi produk. Hal inimenunjukkan bahwa jutaan warga Indonesia mendapatkan penghasilan melalui TikTok maupun program afiliasinya, baik dari konten video maupun aktivitas penjualan digital melalui live shopping atau tautan afiliasi.
Pertumbuhan TikTok Shop juga tercermin dari banyaknya toko yang terdaftar di Indonesia, yakni lebih dari 54.000 TikTok Shop stores jumlah tertinggi di dunia pada salah satu periode tertentu yang menjadikan pasar digital Indonesia sebagai salah satu pusatkegiatan ekonomi sosial di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia menempati posisi keduasecara global dalam total volume transaksi (Gross Merchandise Value – GMV) TikTok Shop dengan nilai mencapai sekitar $6,2 miliar pada 2024, menunjukkan besarnya nilai ekonomiyang dihasilkan dari perdagangan berbasis media sosial.
Sementara itu, Shopee tetap menjadi platform e-commerce dominan di Indonesia dengan pangsa akses pengguna internet mencapai lebih dari 53% pada 2025, diikuti TikTok Shop yang diakses oleh sekitar 27,37% pengguna internet di Indonesia angka yang menunjukkan bahwa kedua platform ini sangat populer sebagai kanal perdagangan dan pemasaran online.
Selain itu, program afiliasi seperti Shopee Affiliate memanfaatkan jaringankomunikasi digital untuk memperluas pengembangan ekonomi. Program ini memungkinkanpengguna, termasuk content creator dan influencer di berbagai media sosial, untukmendapatkan komisi saat mereka mempromosikan produk dan berhasil mengarahkan pembelimelalui tautan afiliasi. Dengan tingkat adopsi yang tinggi di kalangan pengguna, program afiliasi telah menjadi salah satu sumber alternatif penghasilan bagi individu, terutamagenerasi muda dan pekerja informal yang memanfaatkan konten digital sebagai strategi pemasaran.
Tidak kalah penting, platform seperti Facebook Pro membuka peluang monetisasikonten melalui fitur monetisasi seperti iklan, dukungan penggemar, dan langganan. Denganjumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai puluhan juta, hal ini memperluaskesempatan bagi pelaku ekonomi digital untuk mengembangkan brand, membangunkomunitas pelanggan, dan memasarkan produk secara langsung kepada audiens luas.
Namun, pertumbuhan ekonomi digital melalui media sosial juga menghadapitantangan. Persaingan yang ketat antar platform, perubahan regulasi, dan kebutuhan akanliterasi digital yang lebih kuat menjadi isu yang harus dihadapi bersama oleh pelaku usaha, pemangku kebijakan, dan masyarakat. Pemerintah Indonesia bahkan tengah mengupayakanregulasi baru untuk mengatur pajak di sektor e-commerce, yang diperkirakan akanberdampak pada jutaan penjual kecil dan menengah yang beroperasi di marketplace digital.
Secara keseluruhan, data statistik menunjukkan bahwa media sosial dan program afiliasi digital telah menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi di Indonesia. Melalui platform seperti TikTok, Shopee, dan Facebook, banyak warga negara telahmemanfaatkan jaringan komunikasi digital ini sebagai sumber penghasilan, alat pemasaranusaha, dan strategi pemberdayaan ekonomi. Dengan pendekatan yang tepat dan dukunganliterasi digital yang memadai, penggunaan media sosial dalam konteks ekonomi berpeluangterus memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataankesejahteraan masyarakat.
Sumber :
Pt. Tricruise Marketing Indonesia
Management Studies And Entrepreneurship Journal
Indonesia To Make E-Commerce Firms Collect Tax On Sellers’ Sales, Sources Say
Millions Of Sellers Stranded As Tiktok Shop Shutters In Indonesia – Rest Of World











