Pengaruh Service Quality dan Customer Experience terhadap Loyalitas Pelanggan  

Nur Latifa (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Selasa, 28 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaoutsourcing.id | Di era digital saat ini, perkembangan E-commerce semakin pesat dan mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan. Salah satu model bisnis yang berkembang adalah B2B2C (Business to Business to Customer), di mana platform seperti Shopee berperan sebagai perantara antara penjual dan konsumen akhir. Dalam model ini, kualitas layanan dan pengalaman pelanggan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan platform dalam mempertahankan pengguna.

Kualitas layanan (Service Quality) mencerminkan kemampuan platform dalam memberikan layanan yang andal, cepat, dan aman. Pada Shopee, kualitas pelayanan dapat dilihat dari kemudahan penggunaan aplikasi, kecepatan respon sistem, serta keamanan dalam proses transaksi. Layanan yang konsisten akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mendorong mereka untuk terus menggunakan platform tersebut. Selain itu, koordinasi antara platform dan penjual juga menjadi hal penting untuk menjaga standar pelayanan tetap terjaga.

Selain kualitas layanan, Customer Experience juga memiliki peran yang sangat penting. Pengalaman pelanggan mencakup seluruh proses interaksi, mulai dari pencarian produk, proses pembelian, hingga layanan setelah transaksi. Pengalaman yang positif akan menciptakan rasa puas dan meningkatkan kemungkinan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang.

Baca Juga :  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Pada platform Shopee, pengalaman pelanggan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tampilan aplikasi yang User-friendly, variasi produk yang lengkap, promo yang menarik, serta kecepatan pengiriman. Layanan pelanggan yang responsif juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pengguna. Jika pelanggan merasa nyaman dan puas selama menggunakan platform, maka mereka akan cenderung kembali dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.

Loyalitas pelanggan menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan suatu platform E-commerce. Pelanggan yang loyal tidak hanya melakukan pembelian ulang, tetapi juga menjadi bagian dari promosi tidak langsung melalui rekomendasi kepada orang lain. Hal ini tentu memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

Namun, dalam model B2B2C terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas layanan antara platform dan mitra penjual. Jika salah satu pihak tidak memberikan layanan yang baik, maka hal tersebut dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pengelolaan yang baik agar standar pelayanan tetap terjaga.

Baca Juga :  Ketenagakerjaan di Indonesia dalam Perspektif Manajemen Hubungan Industrial

Dengan demikian, perusahaan seperti Shopee perlu terus meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Upaya ini penting untuk mempertahankan loyalitas pelanggan serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri E-commerce yang semakin ketat.

 

Referensi

Kotler, P., & Keller, K. L. (2021). Marketing Management. Pearson.

Lemon, K. N., & Verhoef, P. C. (2020). Customer Experience Throughout the Customer Journey. Journal of Marketing.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL Model. Journal of Retailing.

Rahman, M. S., et al. (2022). Service Quality and Customer Experience on Customer Loyalty. Journal of Service Management.

Slack, N., Brandon-Jones, A., & Johnston, R. (2020). Operations Management. Pearson.

Zeithaml, V. A., Bitner, M. J., & Gremler, D. D. (2018). Services Marketing. McGraw-Hill.

Berita Terkait

Potret, Fenomena, dan Proyeksi Masa Depan Outsourcing di Indonesia
Paradoks Satpam: Antara Regulasi dan Realitas Lapangan
Metode Least Cost: Solusi Efisien dalam Pengelolaan Biaya Distribusi
Mengenal Backward Pass, Metode Menghitung Batas Waktu Kritis Proyek
Evolusi Teori Manajemen di Era AI, Pelajaran dari Transformasi Dunia Kerja Modern
Ketenagakerjaan di Indonesia dalam Perspektif Manajemen Hubungan Industrial
Mengapa Analisis Lingkungan Internal Menentukan Kesuksesan Strategi?
Mengapa Organisasi Bisa Runtuh hanya Karena Salah Komunikasi?

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 17:49

Potret, Fenomena, dan Proyeksi Masa Depan Outsourcing di Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:58

Paradoks Satpam: Antara Regulasi dan Realitas Lapangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:36

Metode Least Cost: Solusi Efisien dalam Pengelolaan Biaya Distribusi

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:20

Mengenal Backward Pass, Metode Menghitung Batas Waktu Kritis Proyek

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:51

Evolusi Teori Manajemen di Era AI, Pelajaran dari Transformasi Dunia Kerja Modern

Berita Terbaru