Mediaoutsourcing.id | Jakarta–Cendikia Academy menggelar pelatihan online bertajuk “SOP vs WI: Mana yang Menggerakkan Tim” pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Aditya Hadiwasito sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai profesional trainer, Security Consultant, serta menjabat sebagai Kepala Biro Pendidikan dan Pelatihan (Kabiro Diklat) DPD APSI Jaya.
Pelatihan yang berlangsung selama sekitar 2,5 jam tersebut diikuti oleh 18 peserta dari berbagai latar belakang sektor, mulai dari keamanan, hospitality, hingga industri. Sepanjang sesi, peserta terlibat aktif dalam diskusi yang membahas bagaimana standar kerja dapat diterapkan secara efektif di organisasi.
Dalam paparannya, Aditya Hadiwasito menekankan bahwa Standard Operating Procedure (SOP) dan Work Instruction (WI) tidak boleh dipandang sebagai dokumen formal semata. Menurutnya, banyak organisasi gagal menjalankan standar kerja karena tidak memahami fungsi strategis kedua instrumen tersebut.
“SOP adalah kompas yang memberi arah kerja organisasi, sedangkan WI adalah panduan teknis yang menjelaskan langkah demi langkah di lapangan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujar Aditya.
Ia menjelaskan, SOP berfungsi menjaga konsistensi, kepatuhan terhadap regulasi, serta standar mutu kerja. Sementara itu, WI berperan menerjemahkan SOP ke dalam bentuk instruksi teknis yang mudah dipahami dan dilaksanakan oleh tim operasional.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Aditya juga menyampaikan sejumlah studi kasus dari berbagai sektor. Di bidang keamanan, misalnya, SOP menetapkan standar patroli, sedangkan WI menjabarkan detail pemeriksaan titik rawan, urutan tindakan, hingga respons terhadap situasi tertentu. Contoh-contoh ini dinilai relevan dengan tantangan nyata yang dihadapi peserta di tempat kerja masing-masing.
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian paling interaktif dalam pelatihan. Sejumlah peserta mengungkapkan bahwa SOP di organisasi mereka sering kali hanya menjadi dokumen formal tanpa panduan teknis yang jelas. Hal ini membuat implementasi di lapangan tidak berjalan optimal.
Menanggapi hal tersebut, Aditya menegaskan pentingnya menjadikan SOP dan WI sebagai dokumen hidup.
“Dokumen bukan untuk disimpan, tapi untuk dijalankan. SOP dan WI harus hadir dalam praktik kerja sehari-hari agar tim benar-benar bergerak, bukan sekadar patuh di atas kertas,” tegasnya.
Pelatihan ini juga menghasilkan sejumlah poin aplikatif, antara lain pentingnya menyusun WI berdasarkan SOP yang sudah ada, serta membentuk tim kecil di internal organisasi untuk memastikan dokumen standar benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Melalui pelatihan ini, Cendikia Academy berharap peserta dapat membawa pemahaman baru ke lingkungan kerjanya masing-masing. Sinergi antara SOP dan WI dinilai menjadi kunci dalam membangun tim yang konsisten, efektif, dan profesional di tengah tuntutan kerja yang semakin dinamis.[]












