Risiko Operasional dalam Divisi Pemasaran Perbankan dalam Promosi Produk

Naba Hoirunnisa (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaoutsourcing.id | Divisi pemasaran di sektor perbankan (pemasaran/pendanaan) memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis melalui pengumpulan dana. Namun, pekerjaan ini juga mengandung banyak risiko operasional yang harus dikelola dengan baik, terutama terkait pencapaian target, kesesuaian produk dengan kebutuhan pelanggan, dan keterbukaan informasi dalam promosi.

Salah satu ancaman utama adalah gagal mencapai target penghimpunan dana. Ini dapat terjadi karena strategi pemasaran yang salah atau target yang tidak realistis. Bank for International Settlements menyatakan bahwa kegagalan dalam mengelola risiko operasional, termasuk fungsi bisnis seperti pemasaran, dapat memengaruhi kinerja dan stabilitas bank.

Risiko berikutnya adalah mis-selling, atau penawaran produk yang tidak sesuai dengan profil atau kebutuhan pelanggan. Ini sering terjadi karena tenaga pemasaran tidak memahami karakteristik produk. Bank harus memastikan kesesuaian produk (product suitability) untuk melindungi kepentingan pelanggan, menurut Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga :  Mitos atau Fakta, Satpam Digaji di Bawah UMP atau UMK?

Risiko reputasi akibat promosi yang menyesatkan. Informasi yang tidak transparan atau berlebihan dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi tingkat kepercayaan publik terhadap bank. Frederic S. Mishkin menyatakan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam sistem perbankan, sehingga gangguan reputasi dapat berdampak luas terhadap keberlangsungan bisnis.

James Heizer menyatakan bahwa kombinasi faktor manusia dan kelemahan sistem seringkali menyebabkan risiko operasional. Tekanan target dalam pemasaran dapat meningkatkan kemungkinan kesalahan, terutama jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan sistem kontrol yang memadai.

Bank harus menerapkan pengelolaan risiko yang komprehensif untuk mengurangi berbagai risiko tersebut. Peningkatan pelatihan tenaga pemasaran, penetapan target yang didasarkan pada analisis pasar, penerapan prinsip transparansi dalam promosi, dan meningkatkan sistem pengawasan internal adalah beberapa tindakan yang dapat diambil. Selain itu, penerapan prinsip kehati-hatian dan evaluasi kinerja rutin menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian target dan perlindungan konsumen.

Baca Juga :  Potret, Fenomena, dan Proyeksi Masa Depan Outsourcing di Indonesia

 

REFERENSI

  1. Otoritas Jasa Keuangan. (2013). Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.
  2. Otoritas Jasa Keuangan. (2016). Manajemen Risiko Bank Umum.
  3. Bank for International Settlements. (2011). Principles for the Sound Management of Operational Risk.
  4. Frederic S. Mishkin. (2018). The Economics of Money, Banking, and Financial Markets.
  5. James Heizer & Barry Render. (2014). Operations Managemen.
  6. Bank Indonesia. (2011). Penerapan Manajemen Risiko pada Bank Umum.

 

Berita Terkait

Potret, Fenomena, dan Proyeksi Masa Depan Outsourcing di Indonesia
Paradoks Satpam: Antara Regulasi dan Realitas Lapangan
Metode Least Cost: Solusi Efisien dalam Pengelolaan Biaya Distribusi
Mengenal Backward Pass, Metode Menghitung Batas Waktu Kritis Proyek
Evolusi Teori Manajemen di Era AI, Pelajaran dari Transformasi Dunia Kerja Modern
Ketenagakerjaan di Indonesia dalam Perspektif Manajemen Hubungan Industrial
Mengapa Analisis Lingkungan Internal Menentukan Kesuksesan Strategi?
Mengapa Organisasi Bisa Runtuh hanya Karena Salah Komunikasi?

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 17:49

Potret, Fenomena, dan Proyeksi Masa Depan Outsourcing di Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:58

Paradoks Satpam: Antara Regulasi dan Realitas Lapangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:36

Metode Least Cost: Solusi Efisien dalam Pengelolaan Biaya Distribusi

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:20

Mengenal Backward Pass, Metode Menghitung Batas Waktu Kritis Proyek

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:51

Evolusi Teori Manajemen di Era AI, Pelajaran dari Transformasi Dunia Kerja Modern

Berita Terbaru