Mediaoutsourcing.id | Divisi pemasaran di sektor perbankan (pemasaran/pendanaan) memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis melalui pengumpulan dana. Namun, pekerjaan ini juga mengandung banyak risiko operasional yang harus dikelola dengan baik, terutama terkait pencapaian target, kesesuaian produk dengan kebutuhan pelanggan, dan keterbukaan informasi dalam promosi.
Salah satu ancaman utama adalah gagal mencapai target penghimpunan dana. Ini dapat terjadi karena strategi pemasaran yang salah atau target yang tidak realistis. Bank for International Settlements menyatakan bahwa kegagalan dalam mengelola risiko operasional, termasuk fungsi bisnis seperti pemasaran, dapat memengaruhi kinerja dan stabilitas bank.
Risiko berikutnya adalah mis-selling, atau penawaran produk yang tidak sesuai dengan profil atau kebutuhan pelanggan. Ini sering terjadi karena tenaga pemasaran tidak memahami karakteristik produk. Bank harus memastikan kesesuaian produk (product suitability) untuk melindungi kepentingan pelanggan, menurut Otoritas Jasa Keuangan.
Risiko reputasi akibat promosi yang menyesatkan. Informasi yang tidak transparan atau berlebihan dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi tingkat kepercayaan publik terhadap bank. Frederic S. Mishkin menyatakan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam sistem perbankan, sehingga gangguan reputasi dapat berdampak luas terhadap keberlangsungan bisnis.
James Heizer menyatakan bahwa kombinasi faktor manusia dan kelemahan sistem seringkali menyebabkan risiko operasional. Tekanan target dalam pemasaran dapat meningkatkan kemungkinan kesalahan, terutama jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan sistem kontrol yang memadai.
Bank harus menerapkan pengelolaan risiko yang komprehensif untuk mengurangi berbagai risiko tersebut. Peningkatan pelatihan tenaga pemasaran, penetapan target yang didasarkan pada analisis pasar, penerapan prinsip transparansi dalam promosi, dan meningkatkan sistem pengawasan internal adalah beberapa tindakan yang dapat diambil. Selain itu, penerapan prinsip kehati-hatian dan evaluasi kinerja rutin menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian target dan perlindungan konsumen.
REFERENSI
- Otoritas Jasa Keuangan. (2013). Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.
- Otoritas Jasa Keuangan. (2016). Manajemen Risiko Bank Umum.
- Bank for International Settlements. (2011). Principles for the Sound Management of Operational Risk.
- Frederic S. Mishkin. (2018). The Economics of Money, Banking, and Financial Markets.
- James Heizer & Barry Render. (2014). Operations Managemen.
- Bank Indonesia. (2011). Penerapan Manajemen Risiko pada Bank Umum.












