Media Outsourcing | Bogor–Kabupaten Bogor mencatat penyerapan 55.438 tenaga kerja dari kegiatan investasi sepanjang 2025. Jumlah tersebut menempatkan daerah ini di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat, setelah Kabupaten Bekasi.
Dari sisi realisasi penanaman modal, Bogor berada di urutan ketiga, di bawah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Capaian tersebut memperlihatkan kontribusi investasi dalam membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, dan peningkatan kesejahteraan,” demikian siaran pers Pemkab Bogor, dilansir Detik.com, Senin (12/10/2026).
Dengan penduduk lebih dari 5,7 juta jiwa, kabupaten ini memiliki potensi pasar dan sumber tenaga kerja produktif. Posisi sebagai wilayah penyangga ibu kota turut mendukung peluang pengembangan usaha di berbagai sektor.
Untuk menjaga daya tarik tersebut, pemerintah daerah membenahi infrastruktur dan pelayanan perizinan. Peningkatan akses jalan diarahkan untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta konektivitas antarkawasan ekonomi.
“Pemkab Bogor terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, pengembangan kawasan strategis, serta peningkatan kualitas pelayanan perizinan,” tulis siaran pers tersebut.
Pada urusan administrasi usaha, transformasi digital dilakukan melalui sistem OPTIMIS DPMPTSP dan integrasi dengan Online Single Submission atau OSS. Pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik juga menjadi bagian dari pembenahan.
Langkah itu ditujukan untuk menghadirkan pengurusan izin yang lebih mudah, cepat, dan responsif. Pelaku bisnis maupun calon investor diharapkan memperoleh kepastian layanan ketika memulai atau mengembangkan kegiatan usahanya.
Kemitraan pemerintah dengan dunia usaha turut menjadi perhatian. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi usaha lokal yang menjadi bagian dari aktivitas perekonomian masyarakat.
Penyerapan puluhan ribu pekerja menjadi salah satu indikator hasil investasi pada 2025. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, dan kolaborasi antarpihak, Pemkab Bogor mendorong agar pertumbuhan penanaman modal terus membuka peluang kerja sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan penduduk di berbagai wilayah Kabupaten Bogor pada tahun-tahun berikutnya.[]













