Media Outsourcing | Peramalan sumber daya manusia merupakan proses memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang berdasarkan tujuan perusahaan dan perkembangan bisnis. Pada tahun 2026, perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi fenomena yang memengaruhi kebutuhan jumlah dan keterampilan karyawan. Artikel ini bertujuan membahas pentingnya peramalan SDM dalam menghadapi perubahan dunia kerja melalui studi pustaka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa peramalan SDM membantu perusahaan mengantisipasi kekurangan tenaga kerja, merencanakan pelatihan, dan meningkatkan produktivitas.
Kata kunci: peramalan SDM, AI, tenaga kerja, kompetensi.
Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam keberhasilan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan jumlah dan kemampuan karyawan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Salah satu caranya adalah melalui peramalan SDM, yaitu proses memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang.
Fenomena terbaru pada tahun 2026 adalah meningkatnya penggunaan AI dalam dunia kerja. Teknologi ini membantu menyelesaikan pekerjaan administratif dan mengolah data, tetapi juga mengubah keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Laporan PwC (2026) menunjukkan bahwa kebutuhan keterampilan AI semakin berkembang di pasar kerja.
Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu memperkirakan bukan hanya jumlah karyawan, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan agar mampu menghadapi perubahan teknologi dan persaingan bisnis.
Peramalan SDM adalah kegiatan memperkirakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan pada masa mendatang. Peramalan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi karyawan, rencana bisnis, perkembangan teknologi, dan kebutuhan pasar.
Contohnya, perusahaan yang ingin membuka cabang baru harus memperkirakan jumlah karyawan, posisi pekerjaan, dan keterampilan yang diperlukan.
Perkembangan AI dan otomatisasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perencanaan tenaga kerja. Beberapa pekerjaan dapat diselesaikan dengan bantuan teknologi, sementara pekerjaan lain membutuhkan keterampilan digital, kreativitas, dan kemampuan analisis.
Menurut Microsoft (2026), penggunaan AI semakin berkembang di kalangan pekerja Indonesia. Sementara itu, Bappenas menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pekerjaan dan kemampuan tenaga kerja dalam menghadapi perubahan pasar kerja (Muhyiddin et al., 2026).
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu menyesuaikan perencanaan SDM dengan kebutuhan keterampilan baru, bukan hanya berfokus pada jumlah karyawan.
Peramalan SDM memiliki beberapa manfaat, yaitu:
- Memperkirakan jumlah karyawan yang dibutuhkan.
- Mengantisipasi kekurangan atau kelebihan tenaga kerja.
- Menentukan kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan.
- Mengurangi biaya rekrutmen yang tidak diperlukan.
- Meningkatkan produktivitas dan mendukung tujuan perusahaan.
Beberapa teknik yang dapat digunakan perusahaan adalah:
- Analisis tren: menggunakan data masa lalu untuk memperkirakan kebutuhan tenaga kerja.
- Analisis beban kerja: menghitung kebutuhan karyawan berdasarkan volume pekerjaan.
- Analisis rasio: memperkirakan kebutuhan karyawan berdasarkan jumlah produksi atau pelanggan.
- Pendapat ahli: menggunakan penilaian manajer berdasarkan kondisi perusahaan.
- Analisis data dan AI: memanfaatkan teknologi untuk membantu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan.
Proses peramalan SDM dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, perusahaan menganalisis tujuan bisnis. Kedua, perusahaan mengevaluasi jumlah dan kemampuan karyawan yang tersedia. Ketiga, perusahaan memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang.
Keempat, perusahaan membandingkan kebutuhan dengan ketersediaan karyawan untuk mengetahui kesenjangan tenaga kerja. Kelima, perusahaan menentukan tindakan, seperti rekrutmen, pelatihan, promosi, atau pemindahan karyawan. Terakhir, hasil peramalan dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi bisnis.
Sebagai ilustrasi, perusahaan ritel yang mengembangkan penjualan daring mungkin membutuhkan karyawan dengan kemampuan mengelola pesanan digital. Perusahaan dapat melatih karyawan lama dan merekrut tenaga kerja baru sesuai kebutuhan.
Namun, peramalan SDM menghadapi tantangan berupa perubahan teknologi yang cepat, keterbatasan data, dan ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menggunakan data yang akurat serta menggabungkan teknologi dengan pertimbangan manajemen.
Peramalan sumber daya manusia merupakan kegiatan penting untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Perkembangan AI pada tahun 2026 menunjukkan bahwa perusahaan harus memperhatikan jumlah karyawan sekaligus keterampilan yang dibutuhkan.
Melalui analisis tren, beban kerja, rasio, dan data, perusahaan dapat merencanakan rekrutmen serta pelatihan dengan lebih tepat. Dengan demikian, peramalan SDM membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kesiapan karyawan dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Daftar Pustaka
ANTARA. (2026). Kemnaker perkuat analisis pasar kerja-perencanaan pelatihan via AI. https://www.antaranews.com/berita/5656588/kemnaker-perkuat-analisis-pasar-kerja-perencanaan-pelatihan-via-ai
Microsoft. (2026). Microsoft’s Work Trend Index 2026. https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/30/microsofts-work-trend-index-2026-33-of-indonesian-workers-are-at-the-forefront-of-ai-adoption/
Muhyiddin, M., Amrizal, M. D. R., & Wahyuningrat, J. (2026). Outlook ketenagakerjaan Indonesia 2026–2029: Dari bonus demografi ke tantangan kualitas pekerjaan. Bappenas Working Papers, 9(1). https://workingpapers.bappenas.go.id/index.php/bwp/article/view/540
PwC. (2026). PwC AI Jobs Barometer 2026. https://www.pwc.com/id/en/media-centre/press-release/2026/indonesian/ai-jobs-barometer-id.html













