Media Outsourcing | Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan perkembangan perekonomian suatu negara. Pertumbuhan ekonomi dapat diukur melalui perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) dari suatu periode ke periode berikutnya. Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi dan tingkat pengangguran merupakan indikator yang dapat menggambarkan kondisi perekonomian suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel independen dalam penelitian ini adalah inflasi (X1) dan tingkat pengangguran terbuka (X2), sedangkan variabel dependennya adalah pertumbuhan ekonomi (Y). Analisis data menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi memiliki nilai R² sebesar 0,9414 atau 94,14%. Secara parsial, inflasi memiliki koefisien positif sebesar 0,2747, sedangkan tingkat pengangguran memiliki koefisien negatif sebesar -0,7789. Secara simultan, inflasi dan tingkat pengangguran menghasilkan nilai F sebesar 16,078 dengan signifikansi 0,0586. Hasil tersebut perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena jumlah observasi hanya lima tahun sehingga derajat bebas residual sangat terbatas.
Kata kunci: Inflasi, Tingkat Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia, PDB.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan perekonomian suatu negara. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB). Peningkatan PDB menunjukkan adanya peningkatan produksi barang dan jasa dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Menurut Sadono Sukirno, pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi bertambah sehingga kemakmuran masyarakat meningkat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Kondisi pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari berbagai indikator ekonomi lainnya. Inflasi merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perubahan tingkat harga barang dan jasa, sedangkan tingkat pengangguran menunjukkan persentase tenaga kerja yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan. Modul pertumbuhan ekonomi juga menjelaskan bahwa inflasi dan pengangguran merupakan indikator yang perlu diperhatikan dalam melihat kondisi perekonomian secara lebih menyeluruh.
Perkembangan inflasi Indonesia selama 2021–2025 menunjukkan adanya perubahan yang cukup besar. Inflasi tercatat sebesar 1,87% pada 2021, meningkat menjadi 5,51% pada 2022, kemudian turun menjadi 2,61% pada 2023 dan 1,57% pada 2024, sebelum meningkat menjadi 2,92% pada 2025.
Pada sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia juga mengalami perubahan. TPT Agustus 2021 sebesar 6,49%, kemudian turun menjadi 5,86% pada 2022, 5,32% pada 2023, 4,91% pada 2024, dan 4,85% pada 2025.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 3,70% pada 2021 menjadi 5,31% pada 2022, kemudian menjadi 5,05% pada 2023, 5,03% pada 2024, dan 5,11% pada 2025. BPS menyatakan bahwa perekonomian Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 sebesar 5,03%.
Perubahan ketiga indikator tersebut menjadi dasar untuk menganalisis apakah inflasi dan tingkat pengangguran memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2021–2025.
PEMBAHASAN
a. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dapat dipahami sebagai peningkatan kemampuan suatu perekonomian dalam menghasilkan barang dan jasa. Menurut Sadono Sukirno, pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi bertambah sehingga kemakmuran masyarakat meningkat.
Pertumbuhan ekonomi umumnya diukur menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam melihat perkembangan ekonomi, pertumbuhan PDB dari satu tahun ke tahun berikutnya dapat digunakan untuk menggambarkan apakah aktivitas ekonomi mengalami peningkatan atau penurunan.
b. Inflasi
Inflasi merupakan kondisi ketika terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam perekonomian karena perubahan harga dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam membeli barang dan jasa.
Inflasi yang terlalu tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat. Sebaliknya, tingkat inflasi yang terkendali dapat menjadi bagian dari kondisi perekonomian yang stabil. Karena itu, perkembangan inflasi perlu diperhatikan ketika membahas pertumbuhan ekonomi.
c. Tingkat Pengangguran
Tingkat pengangguran menunjukkan kondisi tenaga kerja yang belum terserap dalam kegiatan ekonomi. Salah satu ukuran yang digunakan di Indonesia adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Tingkat pengangguran dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan perekonomian dalam menyediakan lapangan pekerjaan.
Pertumbuhan kegiatan ekonomi dapat membuka kesempatan kerja baru. Sebaliknya, kondisi perekonomian yang kurang berkembang dapat menyebabkan kesempatan kerja menjadi lebih terbatas. Oleh karena itu, tingkat pengangguran memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan perekonomian.
d. Perkembangan Inflasi, Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
2021 – 2025
| Tahun | Inflasi (%) | TPT Agustus (%) | Pertumbuhan Ekonomi (%) |
| 2021 | 1,87 | 6,49 | 3,70 |
| 2022 | 5,51 | 5,86 | 5,31 |
| 2023 | 2,61 | 5,32 | 5,05 |
| 2024 | 1,57 | 4,91 | 5,03 |
| 2025 | 2,92 | 4,85 | 5,11 |
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Berdasarkan data tersebut, inflasi Indonesia mengalami perubahan selama periode 2021–2025. Inflasi sebesar 1,87% pada 2021 meningkat menjadi 5,51% pada 2022. Setelah itu, inflasi turun menjadi 2,61% pada 2023 dan 1,57% pada 2024, kemudian meningkat menjadi 2,92% pada 2025.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan kecenderungan menurun. TPT sebesar 6,49% pada 2021 turun menjadi 5,86% pada 2022, kemudian 5,32% pada 2023, 4,91% pada 2024, dan 4,85% pada 2025.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 3,70% pada 2021 menjadi 5,31% pada 2022. Pada 2023 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%, kemudian 5,03% pada 2024 dan meningkat menjadi 5,11% pada 2025.
e. Pengaruh Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Inflasi dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan dalam kegiatan perekonomian. Perubahan harga dapat memengaruhi daya beli masyarakat, konsumsi, serta kegiatan produksi. Ketika harga barang dan jasa meningkat, masyarakat dapat mengalami perubahan dalam pola konsumsi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas ekonomi.
Jika melihat data 2021–2025, pada 2022 inflasi meningkat cukup tinggi menjadi 5,51%, sementara pertumbuhan ekonomi juga meningkat menjadi 5,31%. Setelah itu, inflasi menurun pada 2023 dan 2024, sedangkan pertumbuhan ekonomi tetap berada di sekitar 5%. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan inflasi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
Dengan demikian, inflasi perlu dilihat sebagai salah satu indikator dalam pembahasan pertumbuhan ekonomi. Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu periode dapat memberikan gambaran mengenai kondisi harga dan daya beli masyarakat.
f. Pengaruh Tingkat Pengangguran terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat pengangguran berkaitan dengan kemampuan perekonomian dalam menyerap tenaga kerja. Ketika kegiatan ekonomi berkembang, perusahaan dan sektor usaha dapat meningkatkan kegiatan produksi sehingga membutuhkan tenaga kerja. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kesempatan kerja.
Data Indonesia pada periode 2021–2025 menunjukkan bahwa TPT menurun dari 6,49% menjadi 4,85%. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,70% menjadi 5,11%. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya perubahan yang searah antara menurunnya tingkat pengangguran dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi selama periode yang dibahas.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa pertumbuhan ekonomi hanya ditentukan oleh tingkat pengangguran. Pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh investasi, konsumsi, perdagangan, teknologi, kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, serta kebijakan pemerintah.
g. Hubungan Inflasi dan Tingkat Pengangguran dengan Pertumbuhan Ekonomi
Inflasi dan tingkat pengangguran merupakan dua indikator yang dapat digunakan untuk memahami kondisi perekonomian. Inflasi memberikan gambaran mengenai perkembangan harga, sedangkan tingkat pengangguran memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Keduanya dapat berhubungan dengan kegiatan produksi, konsumsi, pendapatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi.
Pada periode 2021–2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dari 3,70% menjadi 5,11%. Pada saat yang sama, TPT mengalami penurunan, sedangkan inflasi mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pertumbuhan ekonomi perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan satu indikator.
Selain inflasi dan pengangguran, terdapat berbagai faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti investasi, konsumsi masyarakat, ekspor dan impor, perkembangan teknologi, kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, stabilitas keuangan, serta kebijakan moneter dan fiskal.
KESIMPULAN
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi umumnya diukur melalui perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Inflasi merupakan indikator yang berkaitan dengan perubahan harga barang dan jasa, sedangkan tingkat pengangguran menggambarkan kondisi tenaga kerja yang belum terserap dalam kegiatan ekonomi. Selama periode 2021–2025, inflasi Indonesia mengalami perubahan, tingkat pengangguran menunjukkan kecenderungan menurun, dan pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,70% pada 2021 menjadi 5,11% pada 2025.
Berdasarkan pembahasan, inflasi dan tingkat pengangguran merupakan bagian dari indikator yang dapat digunakan untuk memahami pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut.
Investasi, konsumsi, perdagangan internasional, teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, serta kebijakan pemerintah juga memiliki peran dalam perkembangan perekonomian.
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, R. (2013). Teori-Teori Pembangunan Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Badan Pusat Statistik. (2021). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2021. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2022). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2022. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2023). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2023. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2024). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2024. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2025). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2025. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2026). Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen. Jakarta: BPS.
Irawan, & Suparmoko. (1998). Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPFE.
Jhingan, M. L. (1993). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Raja Grafindo.
Sukirno, S. (2006). Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Prenada Media Group.
Todaro, M. P. (1999). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga.
Editor : Fathurroji













