Ketua DPRD Kota Blitar Kritik PHK Massal Tenaga Outsourcing

logo ikon media outsourcing

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok sekilasmedia.com

i

dok sekilasmedia.com

Mediaoutsourcing.id | Blitar–Pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan tenaga outsourcing dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kota Blitar mulai berdampak serius. Kebijakan pemangkasan personel ini dilaporkan telah mengganggu stabilitas pelayanan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim, mengonfirmasi bahwa pengurangan tenaga kerja ini berimbas langsung pada operasional kantor legislatif. Dari total 30 tenaga outsourcing di Sekretariat DPRD, sebanyak 10 orang telah dipangkas.

“Dampaknya sangat terasa. Hari ini saja saya ke kantor harus menyetir sendiri karena supir sudah tidak ada. Situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan fungsi layanan di lapangan,” ujar Syahrul dilansir beritabersatu.com, Jumat (9/1/2026).

Hingga memasuki pekan kedua Januari, pihak legislatif mengaku belum menerima dokumen atau informasi resmi dari pihak eksekutif terkait kelanjutan kontrak para pekerja. Ketidakjelasan ini memaksa sejumlah instansi memberlakukan sistem piket bergantian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi kekosongan pos penjagaan.

Syahrul menilai, kebijakan ini tidak sinkron dengan beban kerja riil. Menurutnya, aktivitas di DPRD maupun rumah sakit bersifat dinamis dan sering kali berlangsung hingga larut malam.

“Ini bukan pekerjaan kantor yang statis. Kami sering rapat atau turun ke lapangan hingga malam hari. Jika tenaga penunjang dikurangi secara drastis, pelayanan dipastikan tidak akan optimal,” tegasnya.

Di sisi lain, publik mulai mempertanyakan motif di balik pembersihan massal tenaga kontrak ini. Muncul spekulasi bahwa kebijakan tersebut kental dengan muatan politis menjelang periode kepemimpinan mendatang. Menanggapi hal tersebut, Syahrul tidak menampik adanya persepsi masyarakat yang mengaitkan fenomena ini dengan investasi politik.

“Sah-sah saja jika masyarakat berpendapat demikian. Namun, mengganti orang dengan harapan mendapat loyalitas politik itu tidak selalu berbanding lurus. Yang pasti, saat ini transparansi sangat minim dan publik mencurigai ada motif kekuasaan di baliknya,” tambah Syahrul.

Baca Juga :  Honorer Dihapus, Outsourcing Menguat: Babak Baru Tata Kelola Pemerintahan

Kondisi serupa terjadi di lingkungan rumah sakit daerah. Laporan yang diterima DPRD menyebutkan adanya pemanggilan wawancara mendadak oleh pihak penyedia jasa yang kemudian dibatalkan sepihak tanpa alasan jelas.

Sebelumnya, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyatakan alasan Pemkot melakukan pengurangan tenaga outsourcing di sejumlah OPD. Ia menjelaskan, keputusan tidak memperpanjang kontrak dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja serta penyesuaian anggaran daerah. Selain itu, kebijakan efisiensi juga menjadi pertimbangan pemerintah daerah.[]

Sumber Berita: beritabersatu.com

Follow WhatsApp Channel mediaoutsourcing.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendag Budi Santoso Optimistis Nilai Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Capai Rp313,77 triliun
APSI DPD Jawa Tengah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di Kendal
Investasi di Kabupaten Bogor Serap 55.438 Tenaga Kerja, Kedua Tertinggi di Jabar
Demo Petani 24 September 2026: Setelah UU Reforma Agraria Disahkan, Apa yang Berubah bagi Petani?
Safety First di Rumah Sakit: Strategi K3RS dalam Membangun Budaya Keselamatan Kerja
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Tawarkan Solusi Netral Fiskal ke Menteri Keuangan
DPR-Pemerintah Deal Status PPPK Guru, Buka Peluang Jadi PNS
ABUJAPI Gelar Rakernas dan Rapimnas 2026, Perkuat Sinergi BUJP dan Polri

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:41 WIB

Mendag Budi Santoso Optimistis Nilai Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Capai Rp313,77 triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:32 WIB

APSI DPD Jawa Tengah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di Kendal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Investasi di Kabupaten Bogor Serap 55.438 Tenaga Kerja, Kedua Tertinggi di Jabar

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Demo Petani 24 September 2026: Setelah UU Reforma Agraria Disahkan, Apa yang Berubah bagi Petani?

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Safety First di Rumah Sakit: Strategi K3RS dalam Membangun Budaya Keselamatan Kerja

Berita Terbaru